Showing posts with label ~muhasabah cinta. Show all posts
Showing posts with label ~muhasabah cinta. Show all posts

Sunday, November 14, 2010

Lintasan hidayah


Assalamu'alaikum

Sobahul khair!

Dah bersawang blog ni. Nak share satu entry. Entry ni seolah-olah mengetahui apa yang tersirat di hati.. Moga beroleh manfaat.


**********


Sebenarnya, perasaan itu tidak baru. Memang sudah selalu je pun rasa begitu – rasa sluggish, rasa lembab buat kerja. Namun apa yang berlaku malam ini, benar-benar mengetuk kepala saya!

.

Cerita bermula ketika saya bertugas oncall di Accident & Emergency Department (A&E) 2 hari yang lalu. Saya dihadapkan dengan kes seorang ibu berusia 40-an, yang telah overdosemakan panadol, sebagai percubaan untuk membunuh diri. Wanita itu menelan 30 biji (? sebenarnya tak pasti total berapa biji) panadol, beserta sebotol arak jenis vodka, kemudian terus pengsan tidak sedarkan diri. Suaminya menemui beliau dan terus membawanya ke A&E. Ketika saya bertemu dengan wanita itu, beliau sudah sedar, airmatanya bergenang. Dia menggigil-gigil, sambil mengadu sakit kepala, sakit perut serta muntah-muntah di A&E. Rawatan antidot N-Acetylcysteine segera dimulakan, kerana level panadol dalam darahnya sangat tinggi, melebihi paras bahaya.

.

Malam ini, apabila keadaan lebih tenang, setelah beberapa hari duduk di dalam wad, dan organ-organnya semakin pulih, saya datang semula bertemu dengan ibu itu untuk melihat keadaannya. Beliau mesra dan mudah diajak bersembang. Rupanya beliau amat tertekan semenjak kematian anak gadisnya 2 tahun lalu. Namun, beliau menyesal dengan percubaannya membunuh diri dan merasa takut dengan diri sendiri.
“I know I must find inner peace. I need it so much. Last night, a nurse from Philippines came to me, and invited me to join a Buddhist Meditation Group. She said this will help me to find my inner peace, calm my soul. I am so thankful to her. I am willing to try anything! She gave the name of the place and the time of their event. I will definitely go to that.”

.

Saya tergamam. Tidak terkata apa. Lidah terasa kelu. Saya rasa saya sudah ‘tertinggal bas’! Tertinggal jauhhh. Mereka begitu pantas. Mereka sudah mendahului, menawarkan jawapan kepada pertanyaan, menarik tangan orang yang mencari, menyediakan jalan. Alangkah tingginya semangat mereka, alangkah hebatnya usaha mereka, alangkah izzahnya mereka dengan ajaran yang mereka bawa.
Di mana kita? Di mana aku?

.

Islam – Bukan kita tidak tahu. Bukan kita tidak yakin. Bukan kita tidak izzah. Bukan kita tidak mahu. Kan?
Sebenarnya.. nak je kan, suka je kan pada kebaikan, suka je baca tentang kehebatan Islam, suka je mendengar berita gembira tentang kecemerlangan umat Islam, suka je kalau ramai orang mengagumi dan menyanjung Islam.
Cuma……………………………..
Dengar perkataan ‘dakwah’ saja telinga kita terasa ngilu. Suruh bergerak menceritakan Islam, kita rasa tak mampu. Alahai.. usahlah bercerita jauh-jauh, hendak mengislamkan orang Islam sendiri pun kita terasa kaku. Diri sendiri pun rasa tak terseru.

.

Namun yang anehnya, di sebalik perasaan lemah dalam diri itu, usaha bergerak untuk mencari kekuatan tetap tidak kelihatan. Kadangkala bila rasa sudah tertinggal, kita semakin malas pula untuk mengejar! Rasa sudah jauh. Rasa tidak mampu. Lantas kita berdalil dengan

.

..

“Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan apa yang terdaya olehnya..” (Al-Baqarah : ayat 286)

.

oh.. sejauh mana kita mengenali ayat firman Allah yang satu ini?
Mari kita renungi ayat ini secara penuh.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan apa yang terdaya olehnya.
Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (mereka berdoa dengan berkata):
‘Wahai Tuhan kami!
Janganlah Engkau mengira kami salah jika kami terlupa atau kami tersilap.

Wahai Tuhan kami!
Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami.

Wahai Tuhan kami!
Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya.

Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami.
Engkaulah penolong kami; oleh itu,tolonglah kami untuk MENCAPAI KEMENANGAN terhadap kaum-kaum kafir.’ ” (Surah Al-Baqarah : ayat 286)

.

Ayat al-Quran ini adalah doa seorang pejuang!
Ia ayat yang menggambarkan ketabahan, bukan alasan bagi jiwa yang sukakan kerehatan.

.

Bukankah.. kalau rasa lemah, maka pergilah kepada sumber kekuatan? Datanglah dekat, bukan menjauh.
Kalau selama ini sudah rasa lambat, maka ayuh berlari!
Lontar ketepi perasaan malu dan rendah diri.
Itu bisikan-bisikan yang tidak pernah menguntungkan. Atau mungkin sebenarnya kita yang sudah sayang dengan zon selesa kita?‘Biarlah di takuk yang lama. Esokkan ada..’
Semangat untuk berubah menjadi lebih baik yang saban hari kian meluntur, seperti warna seluar jeans.. makin disental, makin lusuh. Makin diajak dan disuruh, makin menolak dan menjauh. Macam itukah refleksi iman kita?

.

Antara mahu dan mampu..
Mahu menjadi lebih baik atau tidak? Buktikan.
Mahu berlari laju? Ayuh, Allah memerhati langkahmu.
Mampu atau tidak, serahkan saja kepada Allah Yang Maha Tahu.

.

Sesungguhnya cita-cita dan angan-angan itu terlalu berbeza.
Dan yang membezakan antara keduanya… adalah usaha.

.

~ umat ini sedang menantimu.
rehatnya seorang daie adalah kerugian buat dunia.

.

ar-rumaisa
28 Zulqaidah 1431 H
Galway


Petikan dari: http://halwahati.wordpress.com/2010/11/05/angan-angan-sang siput/#comments


Tuesday, March 16, 2010

Penawar Qalbu


Ya ALLAH, kurniakanlah kepadaku hati seperti ini...

Hati Yang Celik

Firman Allah, maksudnya : "Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya.Dan engkau memperdengarkan (petunjuk Tuhan) kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, maka mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami)." (Surah ar-Rum 30:53)


Hati yang Sedar


Firman Allah,maksudnya : "Sesungguhnya (keterangan-keterangan dan peristiwa-peristiwa) yang tersebut itu,tidak syak lagi mengandungi pengajaran bagi sesiapa yang mempunyai hati (yang sedar), atau yang menggunakan pendengarannya bersungguh-sungguh (kepada pengajaran itu) dengan menumpukan hati dan fikiran kepadanya." (Surah Qaf 50:37)



Hati yang Bersih

Firman Allah,maksudnya : "Sesungguhnya berjayalah orang-orang yang menjadikan dirinya-yang sedia bersih-bertambah bersih (dengan iman dan amal kebajikan)." (Surah Asy-Syams 91:9)



Hati yang Lurus


Firman Allah,maksudnya : "(Mereka berdoa dengan berkata): 'Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau memesongkan hati kami sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, kurniakanlah kepada kami limpah rahmat dari sisi-Mu; sesungguhnya Engkau jualah Tuhan yang melimpah-limpah pemberian-Nya." (Surah Ali 'Imran 3:8)



...dan KAU peliharalah daripadaku hati ini..

Hati yang Keras

Firman Allah,maksudnya : "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Adapula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh kerana takut kepada Allah.."
(Surah al-Baqarah 2:74)


Hati yang Terhijab (tertutup)


Firman Allah,maksudnya: "Dan antara mereka ada yang mempendengarkan kepadamu (al-Quran), padahal Kami telah jadikan tutupan berlapis-lapis atas hati mereka, yang menghalang mereka daripada memahaminya,dan Kami jadikan pada telinga mereka penyumbat (yang menjadikan mereka pekak)." (Surah al-An'am 6:25)



edited from:
hamba Allah


***************************************************************************************************************


Janji Allah itu benar. Hati yang seribu kali retak akan kekhilafan dan rakusnya perlakuan manusia, tercantum kembali bila diserahkan pada ALLAH, Rabb Pemilik Hati hamba-hambaNya.


****************************************************************************************************************
Hati-hati menjaga HATI..yang seketul itu.
Kalau ia baik, baiklah seluruh anggota badan..~



************************************************************************************
Ayat2 cinta dari Allah menenangkan jiwa yg semakin jauh dariMu, kalimah istighfar di bibir tidak putus2 mengharapkan maghfirah dariMu. Ampuni aku..

Kerana itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (al Baqarah, 2:152)


Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? (al 'Ankabut, 29:2)


Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (al Baqarah, 2:153)


(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raajiuun. (al Baqarah, 2:156)


Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (al Baqarah, 2:216)


Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (al Baqarah, 2:186)


Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidaklah kamu memahaminya! (al An'am, 6:32)


(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (ar Ra'di, 13:28)


Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (az Zumar, 39:53)


Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (Qaf, 50:16)


Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diredhai-Nya. (al Fajr, 89:28)

Ayat2 dari Tuhanku ini mengingatkan kembali matlamat hidupku:

Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Rabb berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (al Baqarah, 2:30)


Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (az Zaariyat 51:56)

Ayat2 syifa' penawar qalbu

Thursday, February 11, 2010

Friday, October 30, 2009

Shobrun Jamil


Assalamu'alaikum

Tiap kali kesabaranku diuji, aku akan ingat entry shobrun jamil yang banyak memberi motivasi untuk aku melatih diri untuk bersabar dengan kesabaran yang baik. Namun terkadang, sifat ego ini berjaya menjadikan situasi menjadi lebih buruk lagi. Ego untuk mempertahankan diri yang akhirnya membawa kepada penyesalan yang tak pernah sudah. Tapi alhamdulillah Allah masih lagi memberi peluang untuk menyedari kesilapan yang telah dilakukan. AstaghfirullAh al adhim. Tentu ada hikmahnya mengapa Allah menetapkan sesuatu perkara itu berlaku. Meletakkan diri ini untuk selalu berdamping dengannya. Husnuszon kataku.

Jazakillah kepada kak hanim untuk entry yang bermanfaat.


Shobrun Jamil

http://halwahati.wordpress.com/2009/05/28/shobrun-jamil/

Dia menarik nafas dalam-dalam. Berat sekali berita itu. Langit dunianya seakan runtuh seketika. Namun keimanan menghalangnya dari menyalahkan sesiapa, atau apa-apapun, kecuali dirinya sendiri. Yang salah adalah dia. Pastilah dia yang tidak cukup berdoa selama ini. Pastilah solat hajatnya yang sangat kurang. Pastilah hatinya yang gelap bertitik hitam. Pastilah pergantungannya yang tidak cukup bulat lagi kepada Allah. Lalu Allah mengujinya. Untuk mengingatkannya. Untuk memanggilnya.

.

Sebenarnya, dia tidak ingin langsung menangisi berita itu. Itu dungu! Biarlah ini semata-mata untuk Allah. Semoga airmatanya hanyalah curahan keinsafan atas kelalaiannya, kerana terlalu banyak sudah pergantungannya bersisa kepada manusia. Allahussomad. Allahussomad. Allahussomad… dia tenggelam dalam zikirnya.

… oh,baru sekarang hendak zikir! Titik jernih jatuh lagi.
Allahussomad
“Allah tempat pergantungan segala sesuatu.” (Surah al-ikhlas : ayat 2)

.

Dia perlu belajar lagi erti sabar.

.

shobrun jamil

“Maka bersabarlah kamu dengan kesabaran yang baik.” (Al-Maarij : ayat 5)

Ini ayat perintah.
Perintah dari siapa?
Perintah dari langit.
Dari Allah yang Maha Mengetahui, dari Rabb yang menghantarkan ujian ini untuknya.

.

Shobrun Jamil - kesabaran yang baik. Al-Qurthubi, As-Syaukani dan Ibnu Katsir telah menghuraikan dengan begitu halus apa itu Shobrun Jamil. Untuk memiliki ’kesabaran yang baik’ seperti yang difirmankan Allah dalam Al-Quran itu, perlulah bersabar dengan tidak disertai dengan keluhan atau aduan kepada sesama manusia, tidak menceritakan kesakitan yang dideritai, dan tidak pula merasa dirinya suci dengan demikian. Itulah Shobrun Jamil. Yang Allah ajarkan. Yang diceritakan Allah dimiliki oleh Nabi Yaaqub alayhissalam saat mendengar berita musibah yang menimpa Nabi Yusuf.

“Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu ceritakan.” (Surah Yusuf : ayat 18)

Ayat yang sama telah diucapkan oleh Saidatina Aisyah (r.a) dengan mempamerkan kesabaran yang sama ketika dirinya dibelenggu fitnah yang dahsyat.

“Demi Allah aku tidak mengetahui contoh yang baik kecuali apa yang telah dikatakan oleh ayahanda Yusuf: “Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu ceritakan.”

.

Ertinya juga, untuk Shobrun Jamil, hendaklah menjadikan Allah tempat mengadu yang pertama. Mengadu kesedihan kepada Allah Taala tidak akan mengurangi kesabaran yang baik, kerana memang Allah tempat pergantungan kesemua makhluk, seperti ungkapan Nabi Yaaqub yang seterusnya,

“Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Surah Yusuf : ayat 86)

.

Shobrun Jamil… agungnya perasaan itu. Sudah pasti ia tidak akan mampu dirasai dan difahami, kecuali oleh mukmin sejati yang benar-benar meyakini setiap apa yang terjadi itu adalah ketetapan Allah jua, iaitu Tuhan yang sentiasa merencanakan hanya yang terbaik untuk hambaNya. Allah the Perfect Planner. Allah will only give what is BEST for you. ‘Best’ means nothing is better. Tiada kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik dari apa yang telah terjadi.

.

Tidak lupa, termasuk juga dalam tuntutan Shobrun Jamil untuk menjauhi yang menyakiti, tidak langsung membalas kejian dan umpatan, sekiranya ada.

“Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.” (Surah Al-Muzzammil : ayat 10)

.

Inilah nilai islam yang begitu luhur, telah Allah abadikan di dalam Al-Quran. Pastilah masih banyak pesan Al-Quran yang seharusnya senantiasa digali dan direalisasikan dalam hidup. Benarlah, jika merasa lemah, jika ingin kekuatan, maka pergilah kepada sumbernya. Saat ini dan akan datang, dia tahu banyak lagi dugaan Allah akan hadir, yang menuntut dia untuk terus tetap melangkah, kuat dan bersabar. Bukan hanya sabar, tetapi mestilah bersabar dgn Shobrun Jamil.

Mampukah dia?


Saturday, August 22, 2009

Untitled

Segalanya Milik Mu

Kau yang menciptakan cinta
Dan Kau jua yang menghampar bahagia
Di ribaanMu terhimpun harapan
Impian tulus setiap insan

Kau yang mengutuskan duka
Dan Engkaulah yang mengirimkan hampa
Namun padaMu jua diadukan
Merabahkan keresahan dan tangisan

Aku tahu inilah kasihMu
Aku tahu inilah cintaMu
Dan ku tahu tiap yang terbaik untukku
Tak semuanya yang ku mahu

Di celah hangat nafas yang terhela
Ada dingin saat menyeru (menyebut) namaMu
Terarah segala ronta dan rasa
Pada damainya dakapanMu

Aku tahu inilah kasihMu
Aku tahu inilah cintaMu
Dan ku tahu di segenap ruang rasaku
Telah Kau titipkan kekuatan
Oh Tuhan


Ya Allah, kurniakan kekuatan pada diri ini. Sungguh, tanggungjawab itu berat utk aku pikul. Dan sudah tentu Kau tidak akan membebankan diri ini melainkan sesuai dengan kesanggupanku. Ikhlaskan hati ini untukMu ya Allah. Amin ya rabbal 'alamin.

[al Baqarah: 30]

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". Mereka bertanya: "Adakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah , padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?". Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya".


Wednesday, July 29, 2009

Hayya bil jihad

Dalam keadaan lesu, aku teringat akan ayat ini:

[at Taubah, 9:41]
Pergilah kamu beramai-ramai (untuk berperang pada jalan Allah), sama ada dengan keadaan ringan ataupun dengan keadaan berat; dan berjihadlah dengan harta benda dan jiwa kamu pada jalan Allah. Yang demikian amatlah baik bagi kamu, jika kamu mengetahui.


Dia juga telah menunjukkan kepadaku ayat2Nya (petanda).. menyedarkanku akan tanggungjawab yg perlu dilaksanakan oleh mereka yg mengaku dirinya sebagai seorang daie.

[al Qasas, 28:56]
Sesungguhnya engkau tidak berkuasa memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang engkau kasihi, tetapi Allah jualah yang berkuasa memberi hidayah petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya; dan Dia lah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang (ada persediaan untuk) mendapat hidayah petunjuk.


Dan aku perlu sedar bahawa Allahlah yang mempersatukan hati2 kami. [al Anfal, 8:63]

Yakinlah pada pertolongan Allah ya Zahrah Izzati

[Fussilat, 41:33]
Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, serta ia sendiri mengerjakan amal yang soleh, sambil berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah)!"


Friday, May 22, 2009

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim


Al An'am, 6: [162]

Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam.

Yusuf, 12: [108]

Katakanlah (wahai Muhammad): "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang menurutku, menyeru manusia umumnya kepada ugama Allah dengan berdasarkan keterangan dan bukti yang jelas nyata. Dan aku menegaskan: Maha suci Allah (dari segala iktiqad dan perbuatan syirik); dan bukanlah aku dari golongan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain."


Monday, May 18, 2009

Keindahan Bersama Mu

Assalamu'alaikum..

Ingin berkongsi sedikit pengalaman. Minggu ke 2 berada di Bintulu, ku menghadiri kem muhasabah yang diberi nama, Keindahan Bersama Mu (KBM) anjuran JIM Miri dengan kerjasama daripada pelbagai pihak.

Kufikirkan satu pek tisu sudah memadai, nasib baik seorang kakak yang baik ni bagi 2 pek kerana setiap slot menyentuh jiwaku.

Kami memulakan program dengan sesi taaruf. Ku dibawa kembali ke zaman hingusan, berkenalan sambil berhibur bertepuk amai-amai, enjit-enjit semut dan dll ( anak-anak 80-an mungkin masih ingat lagi?). Tak sangka ia menjadi satu pertandingan, pihak ikhwah (suami kak salwa and pasangannya, tak ingat nama lagi sorang) memenangi pertandingan tu. Lelaki pun mampu tu, kagum sekejap.

Salah satu daripada banyak-banyak slot yang menyentuhku adalah slot jawatanku. Kami disuruh menyenaraikan 20 jawatan yang kupegang setakat ini. Aku dapat menyenaraikan penuh 20 jawatan tersebut setelah bersusah payah memikirkan apa lagi jawatan aku sehingga hari ini. Kemudaian kami diminta untuk memberi markah pada setiap jawan tersebut. Markah penuh 10. Markah yang paling tinggi ku peroleh hanyalah 5. Yang lain kalau dikira, aku tidak lulus untuk banyak jawatan. Sering ku lupa bahawa aku masih punyai nenek dan atuk di kampung. Mulalah hatiku sebak mengenangkan mereka yang telah lama tidak bersua, menghubungi mereka?. Aku merasa selama ini tidak menjalankan tanggungjawabku kepada mereka. Apatah lagi tanggungjawab ku kepada Allah, Tuhan sekalian alam wujud dan ghaib. Aku juga lupa tanggungjawab ku kepada jiran. Mengabaikan hak jiran. Astaghfirullah al Azim.

Kepada ibuku, banyak dosa yang anakmu lakukan dahulu. Semalam aku telah menunaikan satu lagi wishlist yang aku senaraikan selepas mengikuti program KBM. Aku lakukan seperti di dalam video yang ku tonton semasa KBM. Sangat berkesan. Sesungguhnya, memang sudah lama juga tak bermuhasabah diri. Alhamdulillah, kini aku tekad untuk mengislahkan diri. Menampal segala koyak-rabak. Menggilap sehingga berkilat? Pendek kata, berusaha untuk menjadi logam terbaik seperti Umar al Khattab

Hadith logam

عن أبي هريرة رضي الله عنه: قَالَ رَسُوْلَ الله صلى الله عليه وسلم: (( الناس معادن، خيارهم في الجاهلية خيارهم في الإسلام، إذا فقهوا )). صحيح البخاري


Manusia seperti logam, terpilihnya mereka semasa jahiliyyah,
, terpilih juga mereka semasa Islam, sekiranya mereka faham.

Kenapa logam? sebab nilai dan harga logam tidak berubah. Maksudnya, kebolehan kita juga tidak berubah dan boleh digunakan pada kedua-dua zaman. Tapi perlu tahu apa itu ad-deen sepenuhnya. Kalau tidak, jahillah kita kerana kita diberi 2 pilihan sama ada islam atau jahiliyyah. islam itu kata kerja, bukan kata nama. Sebab itu islam tidak sama dengan Islam. islam adalah perbuatan. So, we should practice it 24/7

Ok, sedikit pengenalan untuk penyampai. Pak Lang merupakan tunggak program ni, bertanya saya pada mereka yang mengenali beliau, beliau sememangnya sangat aktif mengadakan program sebegini. Kerap mengadakan program muhasabah di sekolah-sekolah, esp negeri Johor. Persembahan yang begitu mantap, kepetahan tutur kata daripada seorang yang berpengalaman yang memahami jiwa-jiwa ini. JazakAllahu khairan kathira Pak Lang.

Saya tersentuh dengan kata beliau:

Semasa program muhasabah di salah sebuah sekolah, Pak Lang pernah handle group budak-budak yang pernah melakukan zina. naudzubillah min zalik. Luahan mereka: mereka sebenarnya mempunyai keinginan untuk menjadi baik, tetapi takde siapa pun yang tampil untuk menasihati mereka.

Ighfirli ya Allah.


Tuesday, April 28, 2009

Bintulu

Assalamu'alaikum..

Kini saya berada di bumi kenyalang. Hanya replika kenyalang saja yang telah saya temukan. Teringin juga melihat burung kenyalang depan mata. Saya bersama dengan 4 orang kawan saya lagi menumpang di rumah kak salwa, kakak kepada usrahmate saya. Sebelum ini hanya melihat gambar dan mendengar cerita mengenainya melalui orang lain saja. Jazakillah kerana memberi penginapan 5* di sini, Beverly Hill Estate, Bintulu.


'Belon', kata seorang kawan saya yang pernah menetap di Sarawak beberapa tahun dahulu membuatkan saya terpinga-pinga apakah maksud belon tu, adakah saya mengalami masalah pendengaran yang teruk? hoho. Saya rasa, mesti kawan saya tu geli hati dan riang ria mengenakan saya. Belon = kapal terbang, loghat kaum mana pun saya tidak pasti. Tapi, tentu bahasa yang selalu digunakan orang Sarawak. 2 jam saya berada di dalam belon. Most of the time saya gunakan masa itu untuk tidur, selepas penat packing di sebelah malamnya.

Di dalam kapal terbang, saya menikmati keindahan alam berpuluh ribu kaki dan beratus meter tingginya dari daratan dan paras laut. Kali terakhir saya pernah menaiki kapal terbang, Sempati Air semasa trip saya pulang ke kampung bersama mak saya yang tercinta, kecil lagi waktu tu umur saya 7 tahun. Tak ingat sangat pun. Kenapa dengan awan? Apalah sangat awan tu. Benda yang paling saya ingat, saya muntah dalam kapal terbang. Saya ni mabuk udara, darat dan laut. Tapi itu dulu, alhamdulillah sekarang tidak lagi. Senang sikit nak mengembara, hehe.

Dalam belon, kerap juga saya mengalami getaran akibat pergeseran awan dengan kapal terbang. "Kuat juga awan ni". Indah sungguh kepulan-kepulan awan putih menghiasi langit biru. Kemudian, muncullah ilmu-ilmu sains di dalam kepala saya. Kapal terbang biasanya meluncur di satu lapisan langit di mana tidak banyak atau tiada langsung awan (sratosphere if im not mistaken, hehe). Kemudian, minda saya menyala lagi. Oh ya, sayap kapal terbang di bentuk sebegitu rupa agar mudah baginya untuk melawan rintangan-rintangan atom-atom udara di sekelilingnya.



SubhanAllah, cantik pemandangan di atas sana, walaupun terdapat pantulan-pantulan cahaya matahari yang menyilaukan mata memandangnya.

(Asy-Syams, 91:5)

5. By the Firmament and its (wonderful) structure;




Kelmarin saya merasakan diri tidak produktif, lalu mengajak kawan-kawan berjalan-jalan sekitar kawasan perumahan. Saya fikir selamat pergi dan balik, tapi dalam perjalanan pulang, kami disambut mesra dengan anjing-anjing peliharaan di rumah sekitar taman tersebut. Maka, sympathetic system diaktifkan. Cuak juga, ada anjing yang berjaya meloloskan dirinya melalui pagar rumah kerana tidak berpuas hati dengan lambaian dan tanda 'peace' dari kami. Memang tak disangka anjing tersebut sudah berada di luar pagar. Kami pun, sedaya upaya untuk membawa diri jauh dari pandangan anjing tersebut. Ish, lepas ni takkan berjalan-jalan di sekitar taman melainkan dengan menaiki kereta.

Saya perlu kembali aktif. I need shark to accompany me! To make sure I stay awake, alive, vibrant and active.


Rabbana zalamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna min-al-khasirin.

"Our Lord ! we have wronged ourselves. If Thou forgive us not and have not mercy on us, surly we are of the lost."


Saya merasakan masa yang panjang di sini dipenuhi dengan perbualan kosong yang panjang dan berlarutan, tidak dipenuhi dengan perkara-perkara yang bermanfaat, perkara yang mengingatkan saya tentang Allah s.w.t. Astaghfirullah.. Saya perlu mendekatkan diri kepadaNya. Jiwa terasa kosong dan hambar. Tambahan lagi diuji dengan malam yang lena. Saya akui sukar untuk bangun malam. Malah, untuk berQiamullail menuntut saya bangun lebih awal dari biasa. Diri ini sungguh malas untuk bangun malam!


Rabana la tuzigh qulubana ba'da idh hadaitana wa hablana min ladunka rahmah innaka antal-Wahhab.

"Our Lord ! Cause not our hearts to stray after Thou hast guided us, and bestow upon us mercy from Thy Presence. Lo ! Thou, only Thou art the Bestower".

Sunday, February 22, 2009

Hasbunallah wa ni'mal wakeel

And I thought my life was dull.

The most extremely unexpected things do happen in my life when I least expected them. Sometimes they make me think, am I dreaming?

But indeed, everything happens for a reason. And every single thing that happens in our life is indeed a test from the Almighty Allah to see how we react to it, and how do we align it towards our full submission to Him, as well as our duty as His khalifah on this earth which belongs to Him.

[al baqarah: 286]
Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir".

[al mulk: 2]
Dia lah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan Ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat)

Hadith ke-4

Dari Abu Abdul Rahman, Abdullah bin Mas'ud r.a, katanya Rasulullah SAW telah menceritakan kepada kami, sedangkan baginda seorang yang benar dan dibenarkan kata-katanya, sabdanya :

Sesungguhnya seseorang kamu dikumpulkan kejadiannya dalam perut ibunya selama 40 hari berupa setitik air mani, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian seketul daging seperti yang demikian itu juga, iaitu 40 hari. Kemudian diutuskan kepadanya malaikat, lalu ditiupkan roh kepadanya dan diperintahkan menulis empat pekara : rezekinya, ajalnya, amalannya, celaka dan bahagianya. Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain daripadaNya, sesungguhnya seseorang kamu itu tetap akan beramal dengan amalan ahli syurga sehinggalah di antaranya dengan syurga itu jaraknya cuma sehasta sahaja. Tiba-tiba dia telah didahului oleh tulisannya ( suratan takdir ) sehingga dia beramal dengan amalan ahli neraka, maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya seseorang kamu tetap akan beramal dengan amalan ahli neraka sehinggalah di antara dirinya dengan neraka cuma sehasta saja. Tiba-tiba dia telah didahului oleh tulisannya sehingga dia beramal dengan amalan ahli syurga, maka akhirnya masuklah dia ke dalam syurga itu.

“Ya Allah, sesungguhnya hanya Engkau yg Maha Mengetahui apa yg terbaik bagi hamba2Mu. Sesungguhnya aku sendiri tidak mengetahui apa yg terbaik bagi diriku. Dengan itu, ya Allah, tentukanlah yg terbaik utkku di mana jua aku berada dan di setiap masa. Kepada Engkaulah tempat ku menyerahkan segala urusanku, dan redhakanlah Aku dengan segala ketentuanMu.”

Amin, ya Rabbal ‘Alameen…

Make du’a for the best for me, ok?

Usrah (19/2/09)

Kami tadabur surah ali imran: 158-165 (sila-sila rajinkan diri mencari terjemahan ye..^^)

Apa yang ingin ditekankan di sini, mari hayati ayat 164

[164]
Sesungguhnya Allah telah mengurniakan (rahmatNya) kepada orang-orang yang beriman, setelah Ia mengutuskan dalam kalangan mereka seorang Rasul dari bangsa mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah (kandungan Al-Quran yang membuktikan keesaan Allah dan kekuasaanNya), dan membersihkan mereka (dari iktiqad yang sesat), serta mengajar mereka Kitab Allah (Al-Quran) dan Hikmah (pengetahuan yang mendalam mengenai hukum-hukum Syariat). Dan sesungguhnya mereka sebelum (kedatangan Nabi Muhammad) itu adalah dalam kesesatan yang nyata.

Juga terdapat pada surah al jumu'ah: 2

"membacakan, membersihkan dan mengajar" : keywords

Da'wah kita adalah da'wah kasih sayang.

Bila sesuatu ilmu tu dipelajari, ia perlulah difahami. Macam mana nak faham? Kita akan faham bila ilmu itu membasahi hati kita. Dan seterusnya, kita perlu sampaikan ilmu yang telah difahami tadi. Sebenarnya bukan hanya sampaikan ilmu saja, tetapi kefahaman tu yang paling penting. So, sebab tu da'wah kita adalah da'wah kasih sayang, ajarkan ilmu sampai mereka betul-betul faham, bukan sekadar "Ok, aku da bagi nasihat/ilmu, suka hati dia la nak jadi apa pun". No, its not like that!

Tuesday, February 10, 2009

Bersangka baik dengan Allah s.w.t

The end of posting..

Betapa cuaknya saat keluar dari bilik peperiksaan. Nak je tanya, saya pass tak? Tapi tak mungkin Prof akan beritahu. Lainla kalau Dr yang benign. Stressnya saya dalam bilik tu, Dr tak pandang pun masa perbentangan/persembahan kes. Dia pandang pun bila sesi soal jawab bermula. A psycho man. Yang menariknya, saya suka cara dia mengajar. Insha Allah, penerangan dia jelas
mudah nak faham. Pendekatannya membuatkan saya teruja, hehe. Bestnya menjadi seorang pendidik, mencurahkan ilmu bekal pahala yang berterusan untuk akhirat insha Allah. Sedikit biografi tentang Prof:

PROFESSOR AZHAR BIN MD. ZAIN (klik untuk foto beliau)

M. Psych. Med (Universiti Malaya), Postgraduate Dip. Cog. Th. (University of Oxford, UK)
Psychiatrist and Dean of Universiti Putra Malaysia

Prof Azhar is a psychiatrist, and professor and current Dean at Faculty of Medicine & Health Sciences, in Universiti Putra Malaysia (UPM). Prior to joining UPM, Prof Azhar was the Consultant Psychiatrist in Universiti Sains Malaysia (USM) hospital in year 1988, before he was elected as Head of Psychiatry Department in 1994. He, later, did a clinical attachment in Behaviour Modification and Rehabilitation Unit at Horton Hospital, England and received a Postgraduate Diploma in Cognitive Therapy.

An active author, Prof Azhar has many publications that were featured in journals, such as Medical Journal of Malaysia, European Psychiatry, Journal of Mental Health (UK), and Acta Psychiatrica Scandinavica. Research subjects focused mainly on religious psychotherapy, cross-cultural psychotherapy, cognitive therapy in mental health disorders, and stress management.

Reference:
http://www.livingeffectively.com/consultants_m.html

Peringatan untuk diri, bersangka baiklah dengan Allah. (",)



So, why should we complaint
We always want the sunshine
But He knows there must be rain

We always want the laughter and the merriment cheer
But our heart will lose their tenderness
If we never shed a tear

Allah test us often...
Allah test us not punish us
But to help us meet tomorrow
And for every pain He gives us provided we're patient
For growing trees are strengthened
When they were strike by storm
And sharp cut of the chisel
Gave the marble grace and form

So, whenever we feel we're down
And whenever we feel that everything is going wrong
It's just Allah's way to make your spirit strong!
Indeed, ALLAH KNOWS BEST!!!!

Wednesday, January 28, 2009

Allah sayang kita

"Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?" Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada ugama Allah)." (Al-Baqarah, 2:214)

Aku rasa macam banyak dah ujian yang aku lalui, namun hakikatnya ujian tu baru sedikit,
ibarat sebutir pasir je. Sedangkan orang-orang terdahulu sebelum aku, Allah timpakan ujian yang lebih dahsyat. Pengorbanan aku juga sangat sedikit. Ya Allah, terlalu manjakah aku? Mengapa aku masih meragui janjiMu? Aku takut aku tak mampu, tapi sesungguhnya pertolongan Allah itu lebih BEST daripada perasaan takutku yang tak membantu apa-apa. Ya Allah, ampuni aku hamba yang hina.

Mana mungkin aku bisa meraih syurgaMu, baru ditimpa ujian sedikit aku sudah merungut. Aku tak layak, tapi aku juga tak sanggup untuk melalui azab NerakaMu ya Allah. Aku masih ingat janjiku padaMu bahawa aku tidak akan berputus asa. Aku juga sudah maklum, segala apa yang akan berlaku esok, lusa, tulat malah beberapa saat selepas ini, telah Kau tentukan. Ya, aku cuma perlu berusaha dan terus berusaha
untuk mengutip pahala usaha, doa dan tawakkal sementara menanti masa yang dijanjikan.


"Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): "Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir"." (Al-Baqarah, 2: 286
)


Ya Allah, kurniakan ketabahan saudara-saudaraku di Palestin kepadaku. Mereka jauh lebih tabah, nyawa mereka semata-mata untuk mempertahankan agamaMu. Pengorbanan itu pahit dikunyah, manis ditelan.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.. Aku tahu aku mampu menghadapi semua ujian, cuma ia menuntut sedikit pengorbanan, eh, banyak pengorbanan, aku perlu bersiap sedia untuk menghadapi dugaan sepertimana Nabi dan para sahabat lalui. Aku perlu berlatih dari sekarang sedikit demi sedikit untuk memperoleh sumber kekuatanku. Jazakumullah kepada Asadullah. Tiap kali aku hampir kecundang
, Allah sering hadir membantuku. Setiap perkara yang Allah jadikan tu, ada pengajaran. Beruntunglah orang yang berfikir dan mengambil iktibar.


Wahai… Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan… Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi….
MUHASABAH CINTAKU…

Tuhan… Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu